FGD Partisipasi Anak di KPAI ( Komisi Perlindungan Anak Indonesia ) tahun 2014
Halo sahabat se- tanah air ...
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman seputar kegiatan FGD Partisipasi Anak di KPAI tahun kemarin yang membahas tentang " ANAK INDONESIA BICARA KEKERASAN DI SEKOLAH "
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman seputar kegiatan FGD Partisipasi Anak di KPAI tahun kemarin yang membahas tentang " ANAK INDONESIA BICARA KEKERASAN DI SEKOLAH "
Menurut data dari KPAI , kekerasan dari guru ke siswa itu 83 % dan kekerasan dari siswa ke siswa lainnya itu sebanyak 78,3 % . Hal ini menunjukan bahwa sungguh miris dunia pendidikan di Indonesia. Faktor utama yang mendasari terjadinya kekerasan ini sering dipicu karena adanya bullyng di antara guru ke siswa atau dari siswa ke siswa lainnya. Hal ini lama kelamaan akan berujung pada kekerasan terhadap anak baik itu secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam kesempatan ini hadir juga teman-teman dari beberapa sekolah di DKI Jakarta , beberapa organisasi di dunia pendidikan , forum pemerhati anak , yayasan pemerhati anak , dan tak ketinggalan juga teman-teman dari Forum Anak Jakarta (FORAJA) serta perwakilan Forum Anak Nasional yang diwakili oleh saya dan Nathasya dari SFAN .
Selama acara ini berlangsung setidaknya banyak hal yang dibahas , mulai dari apa masalah yang sering muncul di dunia pendidikan hingga pada bagaimana mewujudkan sekolah ramah anak. Tak kalah serunya ketika para siswa yang hadir menyampaikan keluh kesah mereka bahkan curhat kepada pemerintah tentang dunia pendidikan saat ini. Banyak hal yang sangat menyedihkan ketika anak-anak yang hadir menceritakan apa yang menjadi batu sandungan mereka dalam menempuh pendidikan . Ternyata hampir bahkan semua sekolah rentan dengan adanya tindak kekerasan.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi :
1. Guru ke siswa :
- Pola relasi kekuasaan
- Adanya paham yang sudah tertanam bahwa guru lebih berkuasa daripada siswa
- Pola Asuh turun temurun
Dimana masih tertanam bahwa kuat membully yang lemah serta pola asuh yang salah di rumah sehingga terbawa ke sekolah.
Dalam FGD ini juga dibahas bahwa seringkali seolah menomor duakan bakan dan minat siswa . Sehingga didalam kegiatan ekskul sering terjadi kekerasan. KPAI menyampaikan bahwa kita harus mencegah kekerasan yang terjadi di dalam ekskul bukan ekskulnya yang di cegah , menghilangkan bullyng di sekolah , menjadikan kepentingan anak menjadi kepentingan , dan di dunia pendidikan orang tua juga harus berperan dalam mengontrol, dan mengasuh anaknya sebab pendidikan bukan hanya peran guru saja tetapi peran orang tua juga bahkan peran masyarakat juga bahwa perlu kita ingat bahwa proses pendidikan bukanlah proses yang usai.
ehhhh.... pas pulang ketemu tulisan ini .....
AYO LINDUNGI ANAK INDONESIA ^_^





Tidak ada komentar:
Posting Komentar